Aha, alhamdulillah bisa merasakan kembali bulan yang selalu dinanti. Yups, bulan ramadhan. Bulan yang penuh ampunan, penuh rahmat, penuh barokah, dan terbebas dari penjara neraka. Dan ternyata Tuhan saya dan Tuhan Anda juga pastinya, menjadikan bulan ramadhan ini sebagai bulan spiritualitas plus bulan bisnis. Kok, bulan bisnis? kalo spiritual iya pasti, tapi bisnis itu lohh maksudnya gimana sih..
Sebelum bulan ramadhan, ummat Islam terutama telah diingatkan akan dua bulan sebelumnya, yaitu bulan rajab dan sya’ban. Rajab sebagai bulan yang diharamkan oleh Allah SWT untuk melakukan kedzoliman, aniaya baik terhadap diri sendiri apalgi terhadap orang lain. Sya’ban sebagai bulannya Nabi Muhammad saw, bulan yang sangat dianjurkan untuk terus bershalawat atas Nabi Muhammad saw bagi ummatnya. Allah, malaikat dan seluruh alam semesta ini pun selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. Semoga saja ummatnya yang selalu diperhatikan hingga akhir hayat Nabi Muhammad saw mau terus bershalawat. Bahkan Nabi Muhammad saw telah mengingatkan ummatnya bahwa apabila disebut kata Nabi Muhammad dan tidak bershalawat maka ia termasuk orang yang kikir. Dari hal ini saja Rasulullah sudah mengajarkan tips bisnis sukses untuk ummatnya. Apaan tuh? Kalau mau bisnis sukses, sering-seringlah menyanjung boss atau atasan kita dengan senang hati bukan terpaksa. Seringlah menyebut kabaikannya dalam doa maupun percakapan. Nah, bulan syaban juga merupakan bulan tutup buku (persis seperti kegiatan akunting). Bulan untuk melihat laporan kegiatan bisnis manusia selama satu tahun ini untung atau rugi. Semoga saja untung, biasanya kalau untung bulan esoknya bagi-bagi BONUS deh. Siapa coba yang gak mau kalo waktunya bagi-bagi bonus? Mau juga? Silakan dilanjut membacanya…
Nah, di bulan ramadhan ini ternyata adalah bulannya ummat Nabi Muhammad saw. bulan bagi-bagi bonus. Dihari biasa bila kita melakukan shalat sunnah akan dihitung sebagai nilai sunnah, bila shalat wajib dihitung sebagai nilai wajib. Sedangkan dibulan ramadhan, setiap amalan sunah dihitung sabagai nilai wajib, bila melakukan kewajiban seperti shalat 5 waktu maka Allah SWT menilainya dengan melipat gandakan amalan tersebut. Membaca al quran pada hari biasa satu huruf dinilai 1, dibulan ramadhan dilipatgandakan menjadi 10. Siapa lagi coba marketer tau sales yang gak mau kalo hasil jerih payahnya digandakan 10 kali lipat? Mantab… Bahkan puasa yang kita lakukan yang menilai langsung Allah sebagai investor tunggal. Berbeda dengan bisnis dihari biasa, yang nilai biasanya mandor, supervisor, manager, atau paling tinggi direktur, dan bukan investor. Oleh karena itu memang selayaknya bulan yang dikhususkan untuk ummat Nabi Muhammad saw ini memperoleh bulan penuh bonus untuk meningkatkan pendapatan atau laba. Syukur-syukur bisa menanam saham atau deposit. Nah, itu sebabnya bagi orang yang berbisnis, apalagi sales yang banting tulang pasti sangat teramat ingin bila seluruh bulan seperti bulan ramadhan ini.
Itu baru bicara bisnis kecil kalau bonusnya 10 kali lipat, di bulan ramadhan ada hari-hari tertentu bila kita optimal melakukannya pasti memperoleh bonus 1000 kali lipat. Pasti dijamin, yang jamin investor tunggal masa kita gak percaya. Hanya saja lagi-lagi bonus tersebut diperuntukkan bagi mereka yang mau meluangkan waktu untuk sedikit kerja keras, mau promosi, berkomitmen untuk dapatkan Super bonus tambahan 1000 kali lipat. Untuk memperoleh bonus super tersebut cukup luangkan waktu 10 hari terakhir di bulan ramadhan untuk promosi. Wah, pasti tambah semangat seharusnya bila kita pebisnis, dengan modal kecil dapat laba atau keuntungan berlipat-lipat ganda. Mau? Ayo ubah kegiatan ritual kita bernilai spiritual plus. BISNIS
